loading...

Paradigma Teknisi…

Sebelumnya saya mohon maaf, tulisan ini tidak bermaksud memojokkan oknum tertentu atau apapun lah,,,

Ini adalah pengalaman buruk yang dialami teman-teman saya, dan saya harap dengan ini bisa menjadi pelajaran bagi kita bersama…



Selama ini kehidupan seorang tukang servis (teknisi apapun, bukan cuma komputer) sangat rentan dengan tingkah-tingkah yang tidak mulia… Saya sedih mendengarnya, tapi mau gimana lagi, waktu demi waktu catatan-catatan ketidakjujuran para teknisi menjadi paradigma yang berkembang luas di masyarakat. Katanya tukang servis itu adalah orang yang suka menipu, kerusakan sedikit dibilang banyak. Ada juga yang bilang tukang servis itu suka tukar menukar jeroan/komponen dalam alat yang sebenarnya tidak rusak. Lebih parahnya, katanya tukang servis suka akal-akalan dalam memperbaiki. Sengaja dibikin dalam rentang waktu tertentu barang servisan akan rusak lagi…

Saya tidak perlu cerita Banjarmasin, dimana saya tumbuh dididik, tumbuh dan dibesarkan. Itu terlalu melelahkan. Saya cukup cerita tentang Palangka Raya, dimana saya tinggal sekarang.

Sekitar satu tahun lalu, teman saya satu kampus/ satu semester/ satu kelas/ satu ruangan menginstal komputer di xxxx KOMPUTER, salah satu Toko Komputer yang cukup besar di Palangka Raya. Setelah komputer dibawa pulang, sampai di rumah harddisk yang semula 160 GB tinggal cuma 80 GB. Lha… 80 GB-nya lagi kemana…? “Saya tahu isi komuter saya, saya hanya belum bisa nginstal Windows”, kata teman saya yang pada waktu itu kami masih sama-sama duduk di semester I. Setelah dilakukan tindakan ini dan itu memang akhirnya harddisk tersebut kembali ditukar dengan aslinya yang 160 GB. Lucunya, masih cerita teman saya, ketika dikembalikan sang teknisi cuma bilang kalau harddisknya ketukar ketika mau dipasang. Waktu itu teman saya sih cuman manggut-manggut saja, tapi ketika dia cerita sama saya, saya tertawa, “Lha,,, emang sekarang kalau nginstal ulang harus lepas harddisk ya…?”. Halah…

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman saya membeli komputer di xxxxxxx Komputer Palangka Raya, yang menurut saya sih Toko yang satu ini lebih besar dari pada xxxx Komputer.

Katanya dengan harga yang sudah disetujui akan diberikan spesifikasi sesuai dengan yang sudah disepakati. Tapi ternyata setelah sampai di rumah, komputer yang didapat tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Sebenarnya bukan salah si empunya toko, karena ketika dikonfirmasi (kar’na kebetulan orang tua teman saya kenal baik dengan pemilik toko) ternyata memang ada kesalahan pemilihan part pada waktu perakitan. Anggaplah ini tidak disengaja, tapi bagaimana jika si pembeli adalah seorang yang tidak kenal sama sekali dengan si empunya toko, dan katakanlah dia juga tidak mengerti dalamannya komputer, haruskah dia membeli gubuk dengan harga rumah gedongan…?

Yang baru-baru ini terjadi seorang teman saya dari kampus lain ingin beralih dari XP ke Vista, kar’na waktu itu dia belum kenal saya, akhirnya dia memutuskan untuk membawa laptopnya ke xxxxxxx Komputer. Setelah menunggu sampai hari berikutnya dia datang kembali ke xxxxxxx Komputer untuk mengambil laptopnya tersebut, tapi apa yang didapat, Vista tidak terinstal namun tetap harus membayar 85.000. Walah…
Besoknya seorang teman saya memperkenalkan dia kepada saya, kemudian dia meminta saya untuk menginstal laptopnya dengan Windows Vista. Berhubung saya sedang semangat-semangatnya dengan Windows 7, akhirnya saya tawarkan kepadanya untuk mencoba Windows 7 seperti yang saya gunakan. Saya katakan, walaupun masih terdapat banyak bug, selain lebih cepat, Windows 7 juga merupakan versi OS terbaru dari Microsoft, bagus sekali untuk bahan uji coba. Dia setuju dan instalasi pertama berjalan lancar, namun setelah semua driver terinstal, dalam waktu kurang dari 5 menit muncullah Mr. Blue Screen yang kemudian diikuti dengan System Restart. Begitu seterusnya hingga Windows tidak pernah bertahan dalam posisi booted up (istilah baru ya?) selama 5 menit.

Saya mulai mencurigai adanya kesalahan driver, karena seperti kita ketahui Windows 7 belum kompatibel dengan seluruh Driver yang disediakan untuk Windows Vista. Untuk lebih memastikan kecurigaan tersebut saya kemudian menginstal ulang Laptop tersebut dengan Windows Vista Ultimate SP 1 namun instalasi kali ini malahan tidak pernah bisa melewati sesi pem-format-an partisi. Begitu juga ketika menggunakan Windows Vista generasi awal yang belum terintegrasi Service Pack sama sekali. Hasilnya SAMA.

Saya mulai menaruh kecurigaan terhadap memory utama atau RAM. Saya utarakan kecurigaan saya tersebut diikuti dengan satu pertanyaan, “Masih garansi ya?”. Saya dengarkan kata “masih” sembari saya membalikkan posisi laptop dan… Lho,,, koq segelnya sudah dibuka?

Saya lepaskan salah satu kepingan RAM dan mulai dengan instalasi, kali ini saya yakin Windows 7 akan berjalan jadi saya coba lagi dan memang berhasil.
Sampai disini sebenarnya bukan masalah apakah memorynya ditukar dengan memory yang sudah rusak oleh teknisi sebelum saya, tapi segel yang sudah terbuka mengakibatkan garansi menjadi tidak berlaku lagi, dan laptop tidak bisa mendapatkan jaminan servis gratis dari distributor.

Sekarang mau bilang apa…?

Inikah paradigma teknisi saat ini…?

8 Responses to Paradigma Teknisi…

  1. … [Trackback]

    […] Find More here|Find More|Read More Infos here|There you will find 8367 more Infos|Infos to that Topic: blog.loksado.com/paradigma-teknisi […]

  2. TS Escorts says:

    … [Trackback]

    […] Read More on|Read More|Find More Infos here|Here you will find 7625 more Infos|Infos to that Topic: blog.loksado.com/paradigma-teknisi […]

  3. … [Trackback]

    […] Find More here|Find More|Find More Informations here|There you will find 68714 additional Informations|Informations on that Topic: blog.loksado.com/paradigma-teknisi […]

  4. DMPK says:

    … [Trackback]

    […] Read More here|Read More|Find More Informations here|There you will find 91130 more Informations|Infos on that Topic: blog.loksado.com/paradigma-teknisi […]

  5. … [Trackback]

    […] Read More on|Read More|Find More Infos here|There you can find 97143 more Infos|Informations on that Topic: blog.loksado.com/paradigma-teknisi […]

  6. … [Trackback]

    […] Find More here|Find More|Read More Informations here|There you will find 94402 additional Informations|Infos on that Topic: blog.loksado.com/paradigma-teknisi […]

  7. … [Trackback]

    […] Read More on|Read More|Read More Infos here|There you can find 27891 additional Infos|Informations to that Topic: blog.loksado.com/paradigma-teknisi […]

  8. … [Trackback]

    […] Read More on|Read More|Find More Informations here|Here you can find 2253 additional Informations|Infos to that Topic: blog.loksado.com/paradigma-teknisi […]

Mari berdiskusi dengan santun...