loading...

Terperangkap dalam Jebakan Sistem

Ya itulah kita, manusia zaman modern adalah sekelompok manusia yang terjebak ke dalam perangkap sistem. Kenapa saya sebut sekelompok…? Karena kita mungkin terjebak satu persatu, tapi untuk keluar kita harus keluar secara bersama-sama.

Ada banyak jebakan sistem di dunia ini, mulai dari yang terkecil, bahkan uang sebagai sistem pembayaran pun menjebak kita, menjadikan lembaran-lembaran kertas hampir tak berharga menjadi sedemikian berharga rupa. Handphone menjebak kita, Facebook, BBM, dan lain-lain. Teknologi handphone menjebak kita, tentu kita lebih memilih membeli handphone daripada terlambat mendapat suatu kabar karena ketidak punyaan. Lalu facebook, dulu kita bisa menerima banyak kabar melalui SMS, sekarang…? Berapa banyak di antara teman-teman kita yang lebih memilih mengirim SMS daripada mengirim bulk message (pesan yang dikirim ke banyak orang)…? Sedikit sekali bahkan hampir tidak ada bukan?

Pada jaman lama, orang-orang berkirim surat dan kartu pos hingga kartu ucapan, pada jaman handphone, surat dan teman-temannya mulai kehilangan eksistensi, digantikan oleh SMS. Sekarang, Email, BBM, Facebook serta messenger-messenger dan Social Networking lainnya yang pertumbuhannya semakin menjamur.

Belum lagi jebakan sistem operasi, memaksa kita bekerja menggunakan Windows bajakan, kita terperangkap dalam sistem yang memaksa kita mencuri. Ada banyak pekerjaan yang hanya bisa lebih mudah kita kerjakan di platform Windows. Saya sendiri merasakan bagaimana sulitnya bila harus bermigrasi total ke Linux, mengganti Microsoft Office dengan LibreOffice, CorelDRAW dengan Inkscape, Photoshop dengan GIMP.

Di sisi lain saya membayangkan berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan bila harus membeli original dari seluruh software yang saya butuhkan. Sungguh, saya pun terjebak sistem…. Lalu bisakah kita keluar dari keterjebakan ini, jawabannya tentu bisa! Tapi, salah satu resiko besar yang harus kita terima adalah ketertinggalan dalam banyak hal. Itulah kenapa saya katakan, untuk keluar dari fenomena ini harus dilakukan secara bersama-sama…

Mari berdiskusi dengan santun...